Penyebab utama seseorang gagal ginjal kronik hingga membutuhkan pelayanan Hemodialisa/cuci darah adalah akibat penyakit diabetes dan darah tinggi.Jika penyakit diabetes dan darah tinggi dikontrol dengan baik melalui pengobatan teratur maka penyakit ginjal akan dapat dicegah sedini mungkin atau bisa diperlambat.
Penyakit ginjal kronik dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) yang sering menjadi penyebab kematian terbanyak pada penderi gagal ginjal.
Sebenarnya gagal ginjal dapat dicegah jika sejak dini sudah di deteksi melalui pemeriksaan darah dan air seni.Dan mayoritas mereka di negara berkembang yang berada pada tahap dini,penyakit ini pada umumnya tidak mengetahui jika telah menderita gagal ginjal.
Untuk itu deteksi dini dari ketidak beresan ginjal menjadi sangat penting dan memungkinkan pengobatan yang sesuai sebelum terjadi kerusakan ginjal atau terjadi manifes perparahan karena komplikasi yang lain.
Pada umumnya masyarakat tidak waspada dengan ginjal mereka karena pada tingkat ringan,gangguan ginjal sering tidak dirasakan.
Gangguan dapat bertambah parah hingga pada akhirnya ginjal tidak berfungsi lagi.
Periksalah ke dokter,karena melalui pemeriksaan laboratorium dengan sedikit contoh darah dan urine dapat diketahui apakah fungsi ginjal masih normal atau sudah terganggu,sehingga dapat dilakukan pengobatan sedini mungkin.
Gejala awal ginjal dapat diketahui saat terjadinya gangguan nyeri saat buang air kecil,berdarah,keluar batu,nyeri pinggang,pucat dan gampang capek dan lelah.
Penyakit ginjal kronik dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) yang sering menjadi penyebab kematian terbanyak pada penderi gagal ginjal.
Sebenarnya gagal ginjal dapat dicegah jika sejak dini sudah di deteksi melalui pemeriksaan darah dan air seni.Dan mayoritas mereka di negara berkembang yang berada pada tahap dini,penyakit ini pada umumnya tidak mengetahui jika telah menderita gagal ginjal.
Untuk itu deteksi dini dari ketidak beresan ginjal menjadi sangat penting dan memungkinkan pengobatan yang sesuai sebelum terjadi kerusakan ginjal atau terjadi manifes perparahan karena komplikasi yang lain.
Pada umumnya masyarakat tidak waspada dengan ginjal mereka karena pada tingkat ringan,gangguan ginjal sering tidak dirasakan.
Gangguan dapat bertambah parah hingga pada akhirnya ginjal tidak berfungsi lagi.
Periksalah ke dokter,karena melalui pemeriksaan laboratorium dengan sedikit contoh darah dan urine dapat diketahui apakah fungsi ginjal masih normal atau sudah terganggu,sehingga dapat dilakukan pengobatan sedini mungkin.
Gejala awal ginjal dapat diketahui saat terjadinya gangguan nyeri saat buang air kecil,berdarah,keluar batu,nyeri pinggang,pucat dan gampang capek dan lelah.
Deteksi Kanker Lebih Dini
KANKER sampai saat ini masih menjadi momok yang menakutkan. Angka kematian akibat penyakit ini juga masih terus meningkat. Di negara berkembang pasien penderita kanker banyak yang datang berobat biasanya sudah menyandang stadium lanjut. Alhasil tingkat keberhasilan penyembuhan juga berkurang.Dunia kedokteran pun terus bekerja keras untuk bisa mendeteksi penyakit ini lebih dini. Baru baru ini dunia kedokteran kembali membuat penemuan baru alat pendeteksi kanker.
Alat bernama Pet-Ct ini disinyalir mampu mendeteksi kanker secara akurat dan lebih dini. Di Indonesia, alat ini baru hadir di Rumah Sakit Gading Pluit. Fungsinya pemeriksaan penyakit kanker yang lebih dini, tepat, dan akurat.
Dalam melakukan pendekatan multidisiplin, diagnosis yang baik sangat berguna untuk pemilihan dalam berbagai metode pengobatan yang tepat. Salah satunya dengan Positron Emission Tomoghrapy- Computed Tomography (PET/CT)-Scan.
Kepala Departemen Radiologi Rumah Sakit Gading Pluit Dr Tjondro Setiawan SpRad menuturkan, PET/CT-Scan merupakan pencitraan tiga dimensi berwarna untuk mendeteksi perubahan atau aktivitas sel di dalam tubuh, dengan menggunakan zat radiofarmaka.
Dengan menggunakan teknologi kedokteran nuklir, PET/CTScan dapat memberikan gambaran tepat lokasi sel-sel tubuh yang mengalami perubahan atau perkembangan tidak normal serta membantu penentuan diagnosis dan derajat beratnya penyakit.
"Jadi PET/CT-Scan ini adalah untuk diagnostik, bukan untuk terapi suatu penyakit," ucapnya.Tjondro menuturkan, cara bekerjanya PET/CT-Scan ini adalah Radiofarmaka seperti cairan glukosa (FDG-Fluorodeoxyglucose) yang diproduksi oleh Cyclotron di RS Gading Pluit, disuntikkan kepada pasien, maka PET/CT-Scan akan memberikan gambaran atas sel-sel yang mengalami perubahan fungsi dan metabolisme.
Dosis radiofarmaka yang digunakan adalah kecil dan mempunyai sifat radionuclide yang memadai sehingga prosedur ini memberikan radiasi yang minimal dan risiko yang sangat rendah. "PET-CT secara signifikan lebih akurat dan memberikan informasi tambahan dibandingkan dengan pemeriksaan PET atau CT Scan saja," tuturnya.
Alat ini memberikan informasi penting dalam hal beberapa pemeriksaan penyakit, misalnya saja tumor, yaitu dapat membantu dokter dalam menentukan terapi yang terbaik bagi pasien, membedakan tumor ganas dan tumor jinak, mendeteksi kanker dan penyebaran kanker, menentukan tingkatan (staging) keganasan, mendeteksi respons terhadap kemoterapi lebih dini dari CT-Scan/MRI serta dapat mendeteksi kambuhnya penyakit kanker.
"Penyakit kanker adalah salah satu penyakit yang harus ditangani dengan pendekatan multidisiplin," ujar salah satu guru besar ilmu radiologi yang mengkhususkan diri dalam bidang onkologi radiasi, Prof Dr dr Soehartati G SP(Rad) Onk Rad.Soehartati mencontohkan, pendekatan multidisiplin itu, misal pada kanker nasofaring, di mana apabila terjadi satu keluhan sekitar nasofaring, maka pasien harus diperiksa ke dokter THT, dari dokter THT, akan dibawa ke dokter spesialis radiologi untuk pendeteksian kanker, kemudian akan dirujuk lagi ke dokter spesialis bedah untuk dilakukan pembedahan dan seterusnya sampai pasien tersebut benar-benar telah selesai melakukan pengobatan.
"Walaupun kanker nasofaring bisa disembuhkan dengan satu disiplin, tetapi itu sangat terbatas. Sedikit sekali kanker yang bisa disembuhkan dengan satu disiplin, terutama untuk tumor ganas yang padat. Pendeteksian kanker dengan PET/CT ini merupakan bagian dari pendekatan multidisiplin," ucap Soehartati.
Mencegah Kurang Darah
SIAPA pun pasti tidak ingin mengidap penyakit kurang darah atau anemia. Selain merusak produktivitas dan kreativitas kerja, penderita anemia juga rentan terhadap komplikasi penyakit lainnya. Itu karena daya tahan tubuh yang menjadi rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak mengidap anemia. Walaupun wanita lebih rentan terhadap penyakit anemia, jangan berkecil hati dulu.Walaupun rawan terserang karena faktor biologis , misalnya disebabkan oleh wanita mengalami menstruasi setiap bulannya, melahirkan atau faktor perdarahan yang tidak normal. Namun, anemia masih bisa dihindari dengan melakukan diet sehat dan tepat bagi tubuh. Diet yang tepat agar terhindar dari anemia, terungkap dalam simposium bertajuk "Anemia dan Wanita" di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) beberapa waktu lalu. "Anemia itu sebenarnya tahap akhir dari kekurangan zat besi.
Itu pun setelah zat besi yang disimpan di dalam tulang sebagai simpanan tubuh berkurang. Hingga akhirnya terjadilah yang namanya prevalensi defisiensi zat besi," kata staf pengajar FKUI Dr Ervina Karyadi MSc PhD. Sebenarnya, banyak hal bisa dilakukan wanita agar terhindar dari anemia. Misalnya mulai menjaga asupan zat besi yang dikonsumsi bisa diserap tubuh sebanyak mungkin.
Misalnya dengan mengonsumsi orange juice setelah makan dan menghindari konsumsi teh usai makan. "Teh itu bisa membuat zat besi yang kita konsumsi bersama makanan larut dan terbuang percuma. Jadi minuman yang paling cocok usai makan itu adalah orange juice," kata dokter berkulit sawo matang ini. Ditambahkan Ervina, kepintaran menyiasati makanan yang dikonsumsi bisa membuat tubuh terhindar dari anemia. "Bagi penderita anemia bisa meningkatkan konsumsi makanan seperti daging, daging unggas juga makanan asal laut.
Bisa pula dengan mengonsumsi buah dan sayur," sebut dia. Adapun bagi mereka yang terserang anemia, Ervina menyarankan agar membatasi konsumsi makanan yang bisa menghambat penyerapan zat besi. Di antaranya menghindari makanan yang mengandung phytate seperti yang terdapat pada kacang-kacangan, bijibijian, dan tepung. Hindari pula konsumsi teh, kopi, dan cokelat. "Sebenarnya semua makanan itu baik untuk tubuh.Namun, hindari mengonsumsinya sebelum makan besar.
Misalnya minumlah teh dua jam sebelum atau sesudah makan. Jangan ketika makan besar minumnya teh itu yang membuat zat besi larut," sebut dia. Strategi terbaik untuk mengubah pola makan, diterangkan Ervina adalah dengan mengombinasikan zat besi dalam menu makanan. Mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin c pada waktu makan. Memasak makanan tidak terlalu lama dan tidak mengonsumsi susu dan produk susu atau teh pada saat makan besar. "Jika mengetahui cara mengonsumsi makanan yang benar, maka anemia bisa dikurangi di Indonesia.
Endometriosis Mengurangi Kesuburan
NYERI Haid sering di hubungkan dengan ketidaksuburan seperti pada Endometriosis.Kaum wanita setidaknya harus meningkatkan kewaspadaan terhadap nyeri haid sekunder ini,oleh karena banyaknya terjadi perlekatan-perlekatan di daerah organ reproduksi bagian dalam,reaksi keradangan yang berlebihan sehingga mengganggu proses kehamilan.Endometriosis adalah darah haid yang berada diluar dinding rahim ( jaringan endometrium ),biasanya berada didalam otot rahim,saluran telur,indung telur menyebar disekitar rahim yaitu di dinding perut bagian dalam,atau bahkan ke organ yang lebih jauh misalnya ke otak,usus,saluran kencing dan sebagainya.
Menurut dokter specialis kandungan,banyak sekali teori yang di ajukan sebagai penyebab terjadinya endometriosis,tetapi sampai saat ini,yang sering dianut adalah teori aliran balik darah haid,genetika,dan sistem kekebalan tubuh serta melalui aliran darah.
Untuk mengetahui adanya endometriosis,perlu adanya pemeriksaan khusus.Bila seorang wanita mengalami nyeri haid yang berkelanjutan dan parah serta disertai dengan ketidaksuburan,atau bahkan disertai adanya nyeri kepala hebat,batuk atau muntah darah,kencing darah,buang air besar berdarah,maka sebaiknya segera memeriksakan dirinya ke dokter ahli kandungan.
Pengobatan endometriosis pada prinsipnya adalah menekan kesuburan,sehingga pusat endometriosis dapat di matikan ( menekan hormon estrogen tubuh ).
Pengobatan endometriosis saat ini dapat dilakukan dengan pemberian analog GnRH.
Cara penggunaanya,disuntikkan setiap bulan sekali,rata-rata selama 6 bulan.Obat ini membuat berhenti haid selama pemakaiannya,biasanya siklus haid akan kembali normal pada bulan berikutnya setelah obat dihentikan.
Obat ini harganya relatif mahal.Bisa juga digunakan obat-obatan hormonal yang diminum seperti yang paling sederhana adalah pil KB sampai obat yang diminum 2 kali sehari sampai 4-6 bulan lamanya.
Pil Kb tidak membuat kandungan kering,malah sebaliknya haid biasanya menjadi lebih teratur.Biasanya pengobatan endometriosis derajat ringan tidak terlalu sulit,tetapi yang di khawatirkan adalah menentukan derajat endometriosis tersebut,karena untuk menentukan derajat endometriosis harus melalui tindakan laparoskopi diagnostik.
Pengobatan endometriosis yang benar adalah berdasarkan derajatnya.(*)
Efek Radiasi Ponsel Masih Di Perdebatkan
Radiasi telefon genggam,berbahaya atau tidak ? Itulah pertanyaan yang terus menjadi perdebatan selama beberapa tahun.Ada yang percaya kalau radiasi ponsel bisa menyebabkan kanker telinga,kemandulan,bahkan kemusnahan spesies lebah.Sedangkan yang tidak percaya akan menyebut semua kekhawatiran itu terlalu berlebihan.
Nah,buat yang percaya terutama buat yang takut mandul,sebuah perusahaan pakaian dari Swiss telah membua sebuah produk yang di klaim menangkal bahaya tersebut.Dan produk itu tidak lain dan tidak bukan adalah Celana dalam penangkal radiasi.
Celana dalam yang dibua menggunakan benang perak itu dinyatakan mampu mementalkan semua efek berbahaya dari radiasi telepon genggam.Bahkan saking efektifnya,telefon genggam yang berada dalam radius beberapa centimeter dari celana dalam tersebut tidak akan bisa mendapatkam signal..wah..wah..hebat bukan ?
Celana dalam penangkal radiasi ini konon telah diproduksi sebanyak 4000 buah dan akan dijual hanya dengan harga $24 atau sekitar 280ribu.
Tak hanya itu saja,distributor produk kesehatan asal Belgia,Omega Pharma,akan meluncurkan sebuah Chip yang diklaim dapat menghalangi radiasi ponsel tersebut.Radiasi elektromagnetik yang di pancarkan ponsel disebut dapat menyebabkan panas,sakit kepala dan hilangnya konsentrasi.
Karena itu Chip-chip E-Waves yang dijual $58.1 atau setara dengan Rp 550 ribu ini mulai bakal diburu oleh pengguna ponsel diseluruh dunia.Saat ini baru di produksi 30 ribu chip,namun akan terus diproduksi lagi hingga mencapai 10 juta unit.
Rencananya chip ini akan mulai dirilis Omega diluar Belgia tahun depan.
Lantas di negeri kita ini kapan ya ?
Kenali Mental Anak
Mendidik anak dengan segudang masalahnya memang bukan perkara mudah. Banyak orangtua yang mengaku kesulitan dan akhirnya putus asa dalam mengasuh anaknya. Mereka telah melakukan segala cara namun tetap saja si anak susah diatur, nakal dan lain sebagainya.Namun, jangan risau dulu. Ada baiknya orangtua mengkaji ulang kesulitan tersebut. Karena kalau semua usaha sudah dikerahkan namun belum berhasil juga, bisa jadi orangtua salah dalam menerapkan penanganannya
Berikut beberapa faktor yang memiliki pengaruh dengan perkembangan mental anak.
1. Pada dasarnya masalah anak adalah masalah keluarga yang tidak terlihat secara langsung. Ada baiknya sebelum memarahi anak karena melakukan suatu kesalahan, orangtua meneliti dulu sumber permasalahannya di mana. Jadi siapa tahu penyebab kemarahan tersebut bukan murni karena ulah anak. Jalan terbaiknya adalah mengutarakan langsung kekecewaan tersebut kepada yang bersangkutan, tentu dengan cara yang manis dan tidak menyakiti hati.
2.Orang tua bersikap terlalu perhatian.
Terkadang untuk melindungi si anak, orangtua melakukan perhatian yang luar biasa ketatnya. Tujuannya mungkin bagus, tapi akibatnya banyak yang tidak sesuai dengan harapan. Apabila orang tua memiliki sifat over protect atau terlalu melindungi, maka pada diri anak akan tumbuh dua kemungkinan: Menjadi anak yang tidak bisa mandiri, atau selalu bergantung kepada orangtua, atau menjadi anak pemberontak yang ingin bebas dari perhatian orangtuanya. Keduanya bukan pilihan yang bagus. Kalau anak sudah bersikap demikian, ada baiknya orang tua mengendurkan tali perlindungan agar mereka dapat bersikap percaya kepada kemampuan diri mereka sendiri tanpa harus bersikap melawan.
3. Orang tua bersikap tidak terlalu peduli.
Ini sifat ekstrim kedua yang bisa berdampak buruk kepada anak. Sebagian besar penyebab pertengkaran anak-anak karena mereka merasa kurang mendapat perhatian dari ayah atau ibunya. Mereka bertengkar memang untuk mencari perhatian orang tuanya, yang cenderung berprinsip untuk memberi kebebasan dan kelonggaran kepada anak-anak. Mungkin awalnya bagus, tapi kalau anak-anak terlalu sedikit mendapat pengawasan maka mereka akan berusaha mencari jalan lain untuk mendapat perhatian lebih. Solusinya adalah, orangtua sebaiknya menggunakan waktu senggangnya di rumah untuk berkomunikasi bersama anak-anak. Sehingga keinginan mereka untuk diperhatikan atau merasa dekat dengan orang tuanya dapat tersalurkan dengan baik.
4. Bersikap tidak sesuai ajaran.
Tanpa disadari dan sering terjadi, orangtua memberikan banyak ajaran kepada anak dalam bersikap yang baik dan benar, namun sebatas kata, bukan contoh. Tindakan lebih banyak meninggalkan kesan dalam benak anak daripada sekedar ucapan, perintah atau amarah. Sikap yang timbul pada anak, kemungkinan besar adalah cerminan dari sikap kedua orangtuanya pula.
Orang Tua Perlukan Nutrisi Tambahan
PENYAKIT degeneratif seperti Jantung Koroner,Tekanan Darah Tinggi,Stroke,Diabetes dan Arthritis merupakan tanda-tanda bahwa seseorang telah mengalami penyakit tua.Pencegahan dan kontrol untuk mengatasi penyakit tsb sangat penting bagi kesehatan diusia tua.
Orang tua umumnya mengalami penurunan pada fungsi pencernaannya dan pada saat penurunan tsb terjadi akan di ikuti dengan perubahan atau pengurangan sensasi rasa tau bau,selera makan,kemampuan mengunyah hingga tanggalnya gigi.Selain itu,terjadi juga penurunan dalam proses absorbsi nutrisi.
Pola makan orang tua tergantung pada tingginya asupan kalori dalam bentuk karbohidrat,lemak,garam,serat,vitamin dan mineral yang kaya akan antioksidan.Antioksidan seperti beta karoten,vitamin C,vitamin E,seng,selenium dan magnesium merupakan zat-zat penting karena memiliki kemampuan untuk mencegah atau memperlambat proses penuaan.Cukup banyak penelitian yang menunjukan bahwa nutrisi sangat erat hubungannya dengan kondisi kesehatan pada orang tua.
Contohnya yaitu kaitan antara kelebihan makanan dengan obesitas,tekanan darah tinggi dan diabetes,kurangnya asupan kalsium dan fosfor menyebabkan orteoporosis,kurangnya seng menyebabkan lamanya proses penyembuhan luka,menurunnya fungsi imun,dan hilangnya selera makan,kurangnya asam folat dan vitamin B menyebabkan anemia dan demensia,kurangnya zat besi menyebabkan stres oksidatif,kurangnya magnesium menyebabkan kekuatan otot dan tekanan darah tinggi,kurangnya serat menyebabkan konstipasi,serta tingginya asupan garam menyebabkan tekanan darah tinggi dan gagal jantung.
Hal tersebut merupakan alasan mengapa orang tua membutuhkan nutrisi tambahan,meskipun sebaiknya di perhatikan kebutuhan untuk setiap kasus karena kondisi kesehatan pada orang tua adalah berbeda-beda.Selain itu,pemberian asupan makanan yang bervariasi juga dapat memberikan nutrisi yang lebih lengkap bagi kaum manula.
Terapi Alternatif Atasi Stroke
Stroke merupakan serangan otak mendadak akibat kurangnya suplay darah ke otak sehingga dapat mengakibatkan kematian atau kelumpuhan sebelah tubuh.Beberapa terapi alternatif bagi penderita stroke,yakni:AKUPUNTUR
Akupuntur berguna untuk menyeimbangkan atau membuka sumbatan aliran chi ( Energi Vital ) dalam tubuh.Selain itu,akupuntur juga eapat mengaktifkan syaraf dan merangsang otak.
AROMATERAPI
Alternatif terapi ini menggunakan minyak esensial yang tepat untuk pijat,berendam,di hirup,kumur,kompres dan dioleskan.Pemijatan dilakukan agar minyak esensial tersebut dapat menembus kulit dan menuju jaringan tubuh yang memerlukan,serta mempengaruhi kinerja organ dalam tubuh.Terapi ini juga dapat membantu meredakan stres pada orang yang terkena stroke.
HIDROTERAPI
Terapi air panas dapat digunakan untuk mengurangi pegal dan kaku pada otot.
Uap panas bermanfaat untuk melebarkan pembuluh darah,merangsang keluarnya keringat,dan membuka pori-pori.
Gunakan air dingin untuk mengurangi memar dan pembengkakan.Air dingin juga dapat memberikan efek menyegarkan dan meningkatkan gairah.
YOGA
Bagi penderita stroke,latihan yang disarankan adalah asana dan pranayama.Asana merupakan gerakan peregangan untuk seluruh tubuh,memijat organ-organ internal,kelenjar,sistem sirkulasi,dan sistem eksresi tubuh.
Sedangkan Pranayama ( Pernafasan yang terkendali ) bermanfaat untuk menenangkan pikiran,mengistirahatkan fisik,merangsang suplai darah ke seluruh tubuh,dan meningkatkan sistem sirkulasi.
TERAPI NUTRISI
Beberapa makanan dapat menurunkan kadar kolesterol sehingga berguna untuk menurunkan potensi seseorang terkena stroke.
Contohnya saja,bayam,wortel,daun selada,polong-polongan dan nanas.Suplai makanan yang disarankan bagi penderita stroke adalah vitamin C,vitamin E,vitamin B6,asam folat,bioflavonoids,dan lechitin.
Penderita stroke juga sebaiknya mengkonsumsi asam lemak esensial yang terdapat pada minyak ikan,evening prime rose,dan flaxseed oil.
Sedangkan makanan yang harus dihindari adalah protein tinggi lemak,produk susu seperti mentega dan keju,gula,garam,dan goreng-gorengan.
Allah s.w.t. berfirman dal Qs. Al Ahzab ayat 35, “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Qs. Al Ahzab: 35)
Wanita merupakan makhluk yang memiliki berbagai "kemudahan" yang tidak dimiliki oleh kaum lelaki. Wanita lebih mudah dan lebih berpotensi menjadi ahli surga, demikian pula wanita lebih mudah dan lebih berpotensi menjadi ahli neraka. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Rasulullah s.a.w. bahwa mayoritas penghuni surga adalah wanita, dan di kesempatan lain beliau menyatakan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah wanita.
Kata kunci status itu terletak pada keiffahan diri wanita dengan berbagai perspektif. Sabda pertama merupakan bentuk kabar gembir bagi wanita yang mampu menjaga keiffahan dirinya, dan sabda kedua merupakan peringatan bahwa wanita lebih berpotensi menjadi penghuni neraka jika tidak menjaga keiffahan dirinya.
Dalam ayat di atas terdapat 10 (sepuluh) karakter ideal wanita muslimah dalam upaya menyelamatkan diri dari kelompok mayoritas di neraka. Dalam ayat ini, karakter-karakter wanita disandingkan dengan laki-laki. Hal ini memiliki tujuan:
1. Penyebutan wanita disandingkan dengan laki-laki menunjukkan bahwa wanita memiliki potensi yang sama dalam pencapaian keimanan dan ketaqwaan, memiliki potensi spiritual dan tingkatan aplikasi keagamaan yang sama dengan laki-laki. Hanya saja, wanita memiliki sembilan kali lipat dari hawa nafsu laki-laki yang menyebabkan wanita didominasi oleh hawa nafsu sehingga menutup potensi spiritualnya.
Banyak sekali tokoh-tokoh wanita yang memiliki kualitas ibadah yang sama bahkan mengungguli kaum lelaki.
2. Pada umumnya, wanita memiliki tingkat pelaksanaan ibadah yang lebih rendah dibanding kaum laki-laki. Oleh karena itu, suami yang baik diwajibkan mengajak dan membimbing istrinya untuk melaksanakan ibadah yang ia lakukan.
3. Adanya tuntutan kafa`ah (kesamaan kualitas) antara suami dan istri dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, keteladanan ibadah dari pihak suami menjadi unsur urgent dalam memunculkan kafa`ah.
4. Kewajiban membentuk iklim rumah tangga dengan nuansa nilai-nilai ketuhanan dan moralitas melalui sikap saling memberikan berwasiat dalam kebaikan, saling membantu (tawa’un) dalam pelaksanaan ibadah dan saling mengingatkan. Iklim inilah yang akan mendatangkan ampunan dan limpahan rahmat dari Allah s.w.t. sebagaimana disebutkan di ujung ayat, “Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Adapun kriteria wanita idaman Allah dan Rasul-Nya secara jelas sebagai berikut:
Pertama: Al Muslimaat (Wanita Yang Patuh dan Tunduk Kepada Allah).
Allah s.w.t. menempatkan kriteria pertama wanita yang diidamkan oleh-Nya dan Rasul-Nya adalah muslimah yaitu wanita yang memiliki kepatuhan diri secara utuh kepada Allah s.w.t., dan berupaya keras (mujahadah) dalam mempertahankan keIslamannya.
Keislaman merupakan gerbang pertama memasuki zona Allah sebelum ia memaksimalkan potensi spiritualnya dalam meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w., "Islam adalah bahwa kamu bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanan haji ke bait haram dan berpuasa di bulan Ramadhan."
Kedua : Al Mu`minaat (Wanita Yang Beriman).
Keimanan merupakan barometer kualitas keIslaman melalui pelaksanaan ibadah individual dan ibadah social dalam kehidupan nyata. Iman adalah wadah, dan amal adalah isinya, sehingga seseorang akan diberikan predikat Islam, Iman, fasiq, dan munafik sesuai kepada isi wadah keimanan.
Kalau kita ibaratkan iman dengan piring maka amal adalah isinya, dan piring akan disebut sesuai dengan isinya, jika piring itu diisi nasi maka disebut sepiring nasi, jika diisi dengan ubi maka disebut sepiring ubi, jika diisi dengan kacang maka disebut sepiring kacang, apapun bahan dasar piring tersebut dari kaca, keramik, atau Kristal maka ia tetap disebut sesuai dengan isinya.
Oleh karena itu, seorang wanita yang menjadi idaman Allah s.w.t. senantiasa mengutamakan isi daripada penampilan luar, ia selalu disibukkan melakukan amal kebaikan daripada mendandani diri dengan make up.
Di masa permulaan Islam, terdapat sosok wanita muslimah yang selalu mendakwahkan laki-laki kafir yang hendak menikahinya untuk beriman terlebih dahulu, yaitu Ummu Sulaim bin Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram r.a. Imannya tidaklah sekedar kata-kata yang terucap dan Islamnya tidak seperti orang-orang Islam lainnya, tetapi ia memahami arti keIslamannya berupa aqidah yang dipahami, diamalkan, dan bertopang pada asas Islam, sifat tanggungjawab dan amanah ditunaikan kepada orang lain.
Suatu hari ia menghampiri suaminya dengan penuh rasa cinta, rasa kasih dan keharmonisan untuk mengajaknya untuk masuk Islam tetapi suaminya menolak, seraya bertanya, "apakah itu Shabut? Ummu Sulaim menjawab: "Apa itu Shabut, tetapi aku telah beriman kepada laki-laki itu (Nabi Muhammad s.a.w.). Ia terus berupaya agar suaminya tunduk kepada agama Allah dan melepaskan diri dari kesesatan Jahiliyyah, namun selalu menolak, dan ia harus tetap bersabar.
Kemudian Ummu Sulaim menghampiri putranya yang bernama Anas, lalu ia memulai menuntunnya mengucapkan syahadat, ia berkata: Ucapkanlah: Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah. Lalu putranya mengucapkan syahadat itu. Ketika suaminya mengetahui kejadian ini, seraya berkata: "Janganlah kamu merusak putraku". Ummu Sulaim menjawab: "Aku tidak merusaknya, tetapi itu adalah salah satu tanggungjawab ibu di rumah."
Akhirnya Ummu Sulaim terus hidup bersama suaminya hingga akhirnya mati terbunuh dalam perjalanan menuju Syam.
Setelah kematian suaminya, Abu Thalhah datang untuk meminang Ummu Sulaim, namun ia menolak pinangan itu. Kemudian Abu Thalhah yang masih kafir datang untuk kedua kalinya. Namun Ummu Sulaim tetap menolak pinangan itu. Akhirnya Thalhah pun penasaran ingin mengetahui alasannya, Ummu Sulaim berkata: Wahai Abu Thalhah, apa pendapatmu tentang batu yang kamu sembah, atau kayu yang diukir oleh tukang kayu untukmu, apakah ia bisa mencelakakanmu atau memberimu manfaat?". Sungguh perkataan Ummu Sulaim merasuk ke dalam hatinya, dan ia berpikir panjang. Lalu Ummu Sulaim melanjutkan perkataannya: "Oleh karena itu, aku tidak mesti menikah dengan laki-laki musyrik, tidakkah kamu sadari wahai Abu Thalhah bahwa tuhan-tuhanmu yang kamu sembah itu dipahat oleh budak dari keluar tukang kayu, dan jika kamu menyalakan api pastilah akan terbakar."
Hari terus berlalu dan Abu Thalhah terus merenungi ucapan Ummu Sulaim itu. Lalu ia mendatangi Ummu Sulaim untuk ketiga kalinya, dan Ummu Sulaim membalas dengan ucapan yang sama, lalu ia menemui Ummu Sulaim yang keempat kalinya, Ummu Sulaim berkata: Tidakkah kamu sadari wahai Abu Thalhah, bahwa tuhan yang kamu sembah hanyalah pohon yang tumbuh di bumi, lalu dipahat oleh budak bani fulan? Thalhah menjawab: Benar!.
Ummu Sulaim berkata: Tidakkah kamu malu bersujud kepada sebatang kayu yang tumbuh di bumi lalu dipahat oleh budak dari bani fulan? Apakah kamu ingin bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, niscaya aku akan menikah denganmu tanpa mahar selain itu?!!
Abu Thalhah berkata: Berikan aku waktu untuk berpikir.
Kemudian Abu Thalhah pergi memikirkan tawaran Ummu Sulaim sampai ia menyakini keimanan itu, dan terbuka hatinya menerima petunjuk, lalu ia datang kembali dan berkata: "Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah".
Ummu Sulaim berkata kepada putranya: "Wahai Anas, bangunlah dan nikahilah Abu Thalhah".
Demikianlah sebuah pernikahan terjadi dengan mahar yang lebih mulia dari mahar seorang wanita muslimah yaitu Keislaman Abu Thalhah. Inilah gambaran hakekat keimanan, dan ini sebuah kesadaran yang benar bagi seorang muslimah.
Inilah potret wanita muslimah pendakwah yang konsisten di jalur dakwah, bertekad kuat dengan aqidahnya dan ia tidak menerima pengganti aqidahnya hingga ia sampai kepada puncak sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi s.a.w., “Sungguh jika Allah memberikan petunjuk kepada seseorang karena sebabmu adalah lebih baik bagimu daripada dunia beserta isinya.” (HR. Bukhari)
Ketiga: Al Qaanitaat (Wanita Ahli Ibadah).
Kata 'qaanitat' berasal dari kata 'qanata yaqnutu qunuutan' yang artinya taat. Sedangkan menurut imam Qusyairi dalam tafsirnya berpendapat bahwa kata 'qunuut' Artinya 'thuulul 'ibadah' (lama beribadah). Sedangkan menurut imam Fakhrurrozi dalam tafsirnya mengatakan bahwa kata 'qunuut' artinya perpaduan antara keislaman dan keimanan yang menghasilkan rasa taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dari definisi ini, seorang wanita dituntut konsistensi dalam melaksanakan ibadah baik ibadah wajib ataupun ibadah sunnah, karena Allah s.w.t. memberikan perintah secara tegas dan khusus kepada kaum wanita untuk taat kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya,
"Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan kami sediakan baginya rezki yang mulia." (Qs. Al Ahzab: 31).
Meskipun perintah ini bersifat khusus kepada istri-istri Nabi s.a.w., tetapi substansi perintah bersifat umum untuk semua kaum wanita sebagaimana menurut kaidah ushul fiqih:
العبرة ليست بخصوص السبب بل بعموم اللفظ
"Substansi sebuah perintah tidak berdasarkan kekhususan sebab tetapi keumuman lafazh."
Keempat: Ash-Shadiqaat (Wanita Yang Jujur).
Yaitu wanita yang membiasakan kejujuran lisan, kejujuran hati, kejujuran tindakan dan kejujuran sikap sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Refleksi jujur harus disertai dengan sikap pembenaran terhadap perkataan yang dilontarkan atau perbuatan yang dilakukan, karena perkataan yang tidak disertai pembenaran adalah kebohongan, dan perbuatan yang tidak disertai pembenaran adalah kekufuran. Hal ini sebagaimana firman Allah s.w.t., "Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa." (Qs. Az Zumar: 32-33)
Oleh karena itu, wanita idaman Allah s.w.t. berupaya keras untuk tidak berkata dusta, berghibah, mencaci, memfitnah dan lainnya karena sebuah itu adalah bentuk perkataan yang pasti tidak disertai pembenaran dari lubuk hati.
Kelima: Ash-Shaabiraat (Wanita Yang Sabar Dan Pejuang).
Kesabaran terbagi menjadi 3 (tiga) hal: pertama, Kesabaran dalam menjalankan perintah Allah yaitu sabar dengan tidak mengungkit-ungkit kebaikan yang dilakukan dan ketika mendapatkan rintangan, ujian, dan cobaan dalam menjalankan ajaran. Kedua, kesabaran dalam meninggalkan larangan Allah s.w.t. yaitu menahan diri berbuat dosa dan kejahatan meskipun sesuai dengan keinginan hawa nafsu tetapi bertentangan dengan keinginan Allah s.w.t. Ketiga, sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan kehidupan. Namun inti dari kesabaran yaitu upaya mempertahankan keimanan agar tidak melemah akibat dosa dan tidak hilang akibat ujian.
Keenam: Al Khasyi’aat (Wanita Yang Khusyu’).
Khusyu' menurut bahasa berarti diam dan tenang. Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab bahwa khusyu' adalah kondisi khusus yang terdapat dalam benak seseorang terhadap obyek khusyu'nya, sehingga yang bersangkutan mengarah sepenuh hati kepadanya sambil mengabaikan yang lain. Dalam ibadah shalat, khusyu' adalah kondisi jiwa yang diliputi raya takut jangan sampai shalatnya tertolak. Dalam membaca Al Qur'an adalah keasyikan jiwa yang disertai penjiwaan terhadap kandungan ayat, sehingga ia terlelap dalam lantunan qira`ah dan tadabbur Al Qur'an serta merasakan desiran ombak yang menghujam ke jiwanya.
Allah s.w.t. memerintahkan kepada para pembaca untuk menyempurnakan bacaannya dengan tadabbur karena dapat membuat hati yang terkunci, Allah s.w.t. berfirman, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?". (Qs. Muhammad: 24).
Abu Sayyar berkata: Amir bin Malik Al Bahrani berkata, Di suatu malam aku menginap di rumah Munifah binti Abu Thariq. Aku melihatnya selalu mengulang-ulang ayat ini dari awal hingga akhir malam, yaitu firman Allah s.w.t.,
"Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (Qs. Ali Imran: 101).
Ketujuh: Ash-Mutashaddiqaat (Wanita Yang Gemar Bershadaqah).
Bershadaqah merupakan salah satu perhiasan rumah tangga yang dilestarikan dalam rumah tangga muslim, karena shadaqah akan menarik cinta Allah, cinta para malaikat dan cinta manusia. Rumah yang dihiasi shadaqah senantiasa dipenuhi dengan naungan perlindungan Allah, keberkahan dari-Nya, dan menambah keharmonisan rumah tangga.
Terdapat ribuan fadhilah shadaqah baik yang bersifat materil secara langsung ataupun non materil, oleh karena itu, anggota rumah tangga khususnya istri harus menjadikan bershadaqah sebagai "hobi".
Dalam rangka memacu hobi ini, Rasulullah s.a.w memberikan keleluasaan kepada istri untuk bershadaqah dengan memberikan makanan kepada kerabat atau orang yang membutuhkan, beliau bersbada, "Apabila seorang wanita berinfaq dari makanan yang berada di rumahnya, dengan tidak menghabiskannya, maka ia akan mendapatkan pahala atas apa yang diinfaqkan itu dan suaminya pun juga mendapatkan pahala atas usahanya mencari rezeki itu. Begitu pula dengan pegawainya yang memasak juga mendapatkan pahala yang sama, di mana masing-masing tidak mengurangi pahala yang lain." (HR. Bukhari)
Dalam hal ini, terdapat 2 (dua) wanita yang patut diteladani oleh para istri orang mukmin dalam bershadaqah, yaitu Aisyah r.a. dan Zainab binti Jahsin r.a.:
1. Aisyah r.a.
Abdullah bin Zubair, ia berkata, “Aku tidak pernah melihat wanita yang lebih dermawan dari Aisyah dan Asma’, dan kedermawanan keduanya berbeda.” Adapun Aisyah lebih mengumpulkan sesuatu dan jika telah terkumpul maka ia membagikannya, sedangkan Asma tidak pernah menahan sesuatu pun sampai esok hari.
2. Zainab binti Jahsyin (Istri Rasulullah)
Aisyah pernah bercerita ketika seluruh istri Rasulullah s.a.w sedang berkumpul, beliau bersabda, "Di antara kalian yang lebih dahulu bertemu denganku di hari kiamat kelak adalah yang paling panjang tangannya." Lalu para isteri beliau saling mengukur tangan siapakah yang paling panjang, setelah diukur ternyata tangan Zainablah yang paling panjang di antara kami kami karena ia sering beramal dan bersedekah dengan tangannya. (HR. Muslim 7/144)
Kedelapan : Ash-Shaa`imaat (Wanita Yang Gemar Berpuasa).
Menurut Imam Baidhawi dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud dengan puasa disini adalah puasa wajib yaitu puasa di bulan Ramadhan. Alasannya, karena pelaksaan puasa sunnah bagi wanita yang sudah menikah amat bergantung kepada idzin suami sehingga konteks kata ash-shaa`imaat disini adalah puasa wajib. Sedangkan menurut imam Fakhururrazi dalam tafsirnya mengatakan bahwa kata ash-shaa`imaat merupakan isyarat bagi orang-orang yang syahwat perutnya tidak menghalangi mereka dari beribadah kepada Allah. Penekanan pada puasa wajib karena kaum wanita seringkali mengabaikan qadha puasanya hingga menunda sampai bulan Sya'ban padahal ia bisa melaksanakan qadha puasa dengan segera, karena tuntutan dalam pelaksanaan ibadah adalah segera.
Selain itu pula, wanita dibolehkan melaksanakan puasa sunnah selama tidak mengganggu hak-hak suaminya, karena ibadah sunnah tidak dapat menggugurkan ibadah wajib atau ibadah sunnah boleh dibatalkan jika menghalangi ibadah wajib. Sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah r.a. yang seringkali melakukan ibadah baik ketika Nabi s.a.w. masih hidup ataupun sudah wafat, sebagaimana penuturan Al Qasim, ia berkata: Adapun Aisyah berpuasa sepanjang hari. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jika seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga dari pintu-pintu yang ia inginkan.” (HR. Ibnu Hibban dan Thabrani)
Kesembilan: Al Hafizhaat (Wanita Yang Menjaga Kehormatan).
Kemampuan menjaga kehormatan diri dari perbuatan haram merupakan karunia besar dan nikmat dari Dzat Yang Maha Mulia. Ketahuilah, bahwa kemuliaan seorang wanita diukur dari sejauh mana ia menjaga kehormatan dirinya melalui cara berbusana, cara bertutur kata, cara berjalan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Allah s.w.t. dan Rasul-Nya memberikan perintah khusus yang tidak dibebankan kaum laki-laki demi menjaga kemuliaan dan kehormatan wanita yaitu memakai jilbab, tidak keluar kecuali dengan mahramnya, tidak melembutkan ucapan kepada orang fasiq, dan tidak menghias diri seperti kaum jahiliyyah. Sebagaimana firman Allah s.w.t.,
"Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. Al Ahzaab: 59)
Makna Jilbab dalam ayat ini ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
Dalam ayat lain Allah s.w.t. memerintahkan wanita untuk tidak melembutkan perkataan agar tidak menimbulkan daya tarik orang-orang yang dalam hatinya terdapat penyakit,
"Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik." (Qs. Al Ahzaab: 32)
Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.
Meskipun secara tersurat ayat ini ditujukan secara langsung kepada istri-istri Nabi s.a.w. namun secara tersirat substansi perintah berlaku untuk semua wanita muslimah.
Kesepuluh: Adz-Dzaakiraat (Wanita Yang Banyak Berdzikir).
Dzikir termasuk ibadah yang termudah karena tidak mengorbankan tenaga, waktu atau harta. Seorang muslim dapat berdzikir tiap waktu dan tiap tempat, bahkan wanita haidh dan nifaspun bisa melakukannya. Berdzikir adalah ibadah yang amat dicintai oleh Allah s.w.t. dan memberikan ganjaran berlipat ganda, Dia memberikan ganjaran yang tidak diberikan pada ibadah selainnya.
Dzikir adalah ibadah tiap waktu dan tiap tempat, bahkan tatkala seseorang mengadukan problem maksiat dan tidak mampu untuk istiqamah, maka jawabannya: “ingatlah Allah”.
Dalam membina rumah tangga, suami dan istri harus memiliki kesamaan visi dalam membangun rumah tangga idaman yaitu saling menolong dalam berdzikir. Rasulullah s.a.w. memberikan kriteria ringan agar suami dan istri tergolong orang yang banyak berdzikir, beliau bersabda, "Jika seorang laki-laki membangunkan istrinya di malam hari untuk shalat malam, kemudian kedua melaksanakan shalat niscaya keduanya tercatat sebagai laki-laki dan perempuan yang gemar berdzikir."
Dzikir dalam rumah tangga adalah bahan bangunan yang akan mengokohkan bangunan rumah tangga penuh dengan nuansa sakinah, mawaddah dan rahmah, jika bahan bangunan tersebut terkikis akibat berhentinya dzikir maka sirnalah keharmonisan rumah tangga.
Hakim bin Muhammad berkata: Aku telah mendengar bahwasanya rumah-rumah di surga dibangun dengan (bahan) dzikir, jika mereka berhenti berdzikir, maka para malaikat berhenti membangun. Lalu malaikat ditanya dengan sebab berhenti membangun, mereka menjawab, “Hingga datang bahan-bahan kepada kami.”
Untuk itu, meskipun seorang isteri memiliki kesibukan yang luar biasa dalam mengurusi rumah tangga, namun janganlah melupakan diri untuk tidak berdzikir setiap hari, luangkanlah waktu untuk berkomunikasi dengan Allah s.w.t. karena Dia memerintahkan kepada isteri-isteri Rasulullah s.a.w. untuk menghiasi rumah dengan membaca Al Qur'an dan membaca hadits Rasulullah s.a.w, "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Maha Lembut, Maha Mengetahui." (Qs. Al Ahzab: 34)
Penutup
Itulah 10 (sepuluh) kriteria yang menuntun kaum wanita dan para isteri untuk menjadi idaman Allah s.w.t. dan Rasul-Nya dengan menanamkan semua kriteria tersebut dalam wadah keimanan. Semua itu adalah perhiasan sesungguhnya bagi kaum wanita, perhiasan yang menjanjikan kecantikan lahir dan bathin dan kelak akan ditukarkan dengan perhiasan yang disiapkan Allah s.w.t. di surga. Siapa yang tidak menggunakan perhiasan ini di dunia, kelak ia tidak akan mengenakan perhiasan di surga kelak. Jadilah wanita idaman Allah s.w.t dan Rasul-Nya. Allahumma Ihdinash shiraathal mustaqiim
Wanita merupakan makhluk yang memiliki berbagai "kemudahan" yang tidak dimiliki oleh kaum lelaki. Wanita lebih mudah dan lebih berpotensi menjadi ahli surga, demikian pula wanita lebih mudah dan lebih berpotensi menjadi ahli neraka. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Rasulullah s.a.w. bahwa mayoritas penghuni surga adalah wanita, dan di kesempatan lain beliau menyatakan bahwa mayoritas penghuni neraka adalah wanita.
Kata kunci status itu terletak pada keiffahan diri wanita dengan berbagai perspektif. Sabda pertama merupakan bentuk kabar gembir bagi wanita yang mampu menjaga keiffahan dirinya, dan sabda kedua merupakan peringatan bahwa wanita lebih berpotensi menjadi penghuni neraka jika tidak menjaga keiffahan dirinya.
Dalam ayat di atas terdapat 10 (sepuluh) karakter ideal wanita muslimah dalam upaya menyelamatkan diri dari kelompok mayoritas di neraka. Dalam ayat ini, karakter-karakter wanita disandingkan dengan laki-laki. Hal ini memiliki tujuan:
1. Penyebutan wanita disandingkan dengan laki-laki menunjukkan bahwa wanita memiliki potensi yang sama dalam pencapaian keimanan dan ketaqwaan, memiliki potensi spiritual dan tingkatan aplikasi keagamaan yang sama dengan laki-laki. Hanya saja, wanita memiliki sembilan kali lipat dari hawa nafsu laki-laki yang menyebabkan wanita didominasi oleh hawa nafsu sehingga menutup potensi spiritualnya.
Banyak sekali tokoh-tokoh wanita yang memiliki kualitas ibadah yang sama bahkan mengungguli kaum lelaki.
2. Pada umumnya, wanita memiliki tingkat pelaksanaan ibadah yang lebih rendah dibanding kaum laki-laki. Oleh karena itu, suami yang baik diwajibkan mengajak dan membimbing istrinya untuk melaksanakan ibadah yang ia lakukan.
3. Adanya tuntutan kafa`ah (kesamaan kualitas) antara suami dan istri dalam masalah ibadah. Oleh karena itu, keteladanan ibadah dari pihak suami menjadi unsur urgent dalam memunculkan kafa`ah.
4. Kewajiban membentuk iklim rumah tangga dengan nuansa nilai-nilai ketuhanan dan moralitas melalui sikap saling memberikan berwasiat dalam kebaikan, saling membantu (tawa’un) dalam pelaksanaan ibadah dan saling mengingatkan. Iklim inilah yang akan mendatangkan ampunan dan limpahan rahmat dari Allah s.w.t. sebagaimana disebutkan di ujung ayat, “Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Adapun kriteria wanita idaman Allah dan Rasul-Nya secara jelas sebagai berikut:
Pertama: Al Muslimaat (Wanita Yang Patuh dan Tunduk Kepada Allah).
Allah s.w.t. menempatkan kriteria pertama wanita yang diidamkan oleh-Nya dan Rasul-Nya adalah muslimah yaitu wanita yang memiliki kepatuhan diri secara utuh kepada Allah s.w.t., dan berupaya keras (mujahadah) dalam mempertahankan keIslamannya.
Keislaman merupakan gerbang pertama memasuki zona Allah sebelum ia memaksimalkan potensi spiritualnya dalam meningkatkan derajat keimanan dan ketaqwaan. Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w., "Islam adalah bahwa kamu bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, kamu mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanan haji ke bait haram dan berpuasa di bulan Ramadhan."
Kedua : Al Mu`minaat (Wanita Yang Beriman).
Keimanan merupakan barometer kualitas keIslaman melalui pelaksanaan ibadah individual dan ibadah social dalam kehidupan nyata. Iman adalah wadah, dan amal adalah isinya, sehingga seseorang akan diberikan predikat Islam, Iman, fasiq, dan munafik sesuai kepada isi wadah keimanan.
Kalau kita ibaratkan iman dengan piring maka amal adalah isinya, dan piring akan disebut sesuai dengan isinya, jika piring itu diisi nasi maka disebut sepiring nasi, jika diisi dengan ubi maka disebut sepiring ubi, jika diisi dengan kacang maka disebut sepiring kacang, apapun bahan dasar piring tersebut dari kaca, keramik, atau Kristal maka ia tetap disebut sesuai dengan isinya.
Oleh karena itu, seorang wanita yang menjadi idaman Allah s.w.t. senantiasa mengutamakan isi daripada penampilan luar, ia selalu disibukkan melakukan amal kebaikan daripada mendandani diri dengan make up.
Di masa permulaan Islam, terdapat sosok wanita muslimah yang selalu mendakwahkan laki-laki kafir yang hendak menikahinya untuk beriman terlebih dahulu, yaitu Ummu Sulaim bin Milhan bin Khalid bin Zaid bin Haram r.a. Imannya tidaklah sekedar kata-kata yang terucap dan Islamnya tidak seperti orang-orang Islam lainnya, tetapi ia memahami arti keIslamannya berupa aqidah yang dipahami, diamalkan, dan bertopang pada asas Islam, sifat tanggungjawab dan amanah ditunaikan kepada orang lain.
Suatu hari ia menghampiri suaminya dengan penuh rasa cinta, rasa kasih dan keharmonisan untuk mengajaknya untuk masuk Islam tetapi suaminya menolak, seraya bertanya, "apakah itu Shabut? Ummu Sulaim menjawab: "Apa itu Shabut, tetapi aku telah beriman kepada laki-laki itu (Nabi Muhammad s.a.w.). Ia terus berupaya agar suaminya tunduk kepada agama Allah dan melepaskan diri dari kesesatan Jahiliyyah, namun selalu menolak, dan ia harus tetap bersabar.
Kemudian Ummu Sulaim menghampiri putranya yang bernama Anas, lalu ia memulai menuntunnya mengucapkan syahadat, ia berkata: Ucapkanlah: Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah. Lalu putranya mengucapkan syahadat itu. Ketika suaminya mengetahui kejadian ini, seraya berkata: "Janganlah kamu merusak putraku". Ummu Sulaim menjawab: "Aku tidak merusaknya, tetapi itu adalah salah satu tanggungjawab ibu di rumah."
Akhirnya Ummu Sulaim terus hidup bersama suaminya hingga akhirnya mati terbunuh dalam perjalanan menuju Syam.
Setelah kematian suaminya, Abu Thalhah datang untuk meminang Ummu Sulaim, namun ia menolak pinangan itu. Kemudian Abu Thalhah yang masih kafir datang untuk kedua kalinya. Namun Ummu Sulaim tetap menolak pinangan itu. Akhirnya Thalhah pun penasaran ingin mengetahui alasannya, Ummu Sulaim berkata: Wahai Abu Thalhah, apa pendapatmu tentang batu yang kamu sembah, atau kayu yang diukir oleh tukang kayu untukmu, apakah ia bisa mencelakakanmu atau memberimu manfaat?". Sungguh perkataan Ummu Sulaim merasuk ke dalam hatinya, dan ia berpikir panjang. Lalu Ummu Sulaim melanjutkan perkataannya: "Oleh karena itu, aku tidak mesti menikah dengan laki-laki musyrik, tidakkah kamu sadari wahai Abu Thalhah bahwa tuhan-tuhanmu yang kamu sembah itu dipahat oleh budak dari keluar tukang kayu, dan jika kamu menyalakan api pastilah akan terbakar."
Hari terus berlalu dan Abu Thalhah terus merenungi ucapan Ummu Sulaim itu. Lalu ia mendatangi Ummu Sulaim untuk ketiga kalinya, dan Ummu Sulaim membalas dengan ucapan yang sama, lalu ia menemui Ummu Sulaim yang keempat kalinya, Ummu Sulaim berkata: Tidakkah kamu sadari wahai Abu Thalhah, bahwa tuhan yang kamu sembah hanyalah pohon yang tumbuh di bumi, lalu dipahat oleh budak bani fulan? Thalhah menjawab: Benar!.
Ummu Sulaim berkata: Tidakkah kamu malu bersujud kepada sebatang kayu yang tumbuh di bumi lalu dipahat oleh budak dari bani fulan? Apakah kamu ingin bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, niscaya aku akan menikah denganmu tanpa mahar selain itu?!!
Abu Thalhah berkata: Berikan aku waktu untuk berpikir.
Kemudian Abu Thalhah pergi memikirkan tawaran Ummu Sulaim sampai ia menyakini keimanan itu, dan terbuka hatinya menerima petunjuk, lalu ia datang kembali dan berkata: "Aku bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah".
Ummu Sulaim berkata kepada putranya: "Wahai Anas, bangunlah dan nikahilah Abu Thalhah".
Demikianlah sebuah pernikahan terjadi dengan mahar yang lebih mulia dari mahar seorang wanita muslimah yaitu Keislaman Abu Thalhah. Inilah gambaran hakekat keimanan, dan ini sebuah kesadaran yang benar bagi seorang muslimah.
Inilah potret wanita muslimah pendakwah yang konsisten di jalur dakwah, bertekad kuat dengan aqidahnya dan ia tidak menerima pengganti aqidahnya hingga ia sampai kepada puncak sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi s.a.w., “Sungguh jika Allah memberikan petunjuk kepada seseorang karena sebabmu adalah lebih baik bagimu daripada dunia beserta isinya.” (HR. Bukhari)
Ketiga: Al Qaanitaat (Wanita Ahli Ibadah).
Kata 'qaanitat' berasal dari kata 'qanata yaqnutu qunuutan' yang artinya taat. Sedangkan menurut imam Qusyairi dalam tafsirnya berpendapat bahwa kata 'qunuut' Artinya 'thuulul 'ibadah' (lama beribadah). Sedangkan menurut imam Fakhrurrozi dalam tafsirnya mengatakan bahwa kata 'qunuut' artinya perpaduan antara keislaman dan keimanan yang menghasilkan rasa taat dan patuh kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dari definisi ini, seorang wanita dituntut konsistensi dalam melaksanakan ibadah baik ibadah wajib ataupun ibadah sunnah, karena Allah s.w.t. memberikan perintah secara tegas dan khusus kepada kaum wanita untuk taat kepada Allah s.w.t. dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya,
"Dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat kepada Allah dan rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan kami sediakan baginya rezki yang mulia." (Qs. Al Ahzab: 31).
Meskipun perintah ini bersifat khusus kepada istri-istri Nabi s.a.w., tetapi substansi perintah bersifat umum untuk semua kaum wanita sebagaimana menurut kaidah ushul fiqih:
العبرة ليست بخصوص السبب بل بعموم اللفظ
"Substansi sebuah perintah tidak berdasarkan kekhususan sebab tetapi keumuman lafazh."
Keempat: Ash-Shadiqaat (Wanita Yang Jujur).
Yaitu wanita yang membiasakan kejujuran lisan, kejujuran hati, kejujuran tindakan dan kejujuran sikap sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Refleksi jujur harus disertai dengan sikap pembenaran terhadap perkataan yang dilontarkan atau perbuatan yang dilakukan, karena perkataan yang tidak disertai pembenaran adalah kebohongan, dan perbuatan yang tidak disertai pembenaran adalah kekufuran. Hal ini sebagaimana firman Allah s.w.t., "Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?. Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka Itulah orang-orang yang bertakwa." (Qs. Az Zumar: 32-33)
Oleh karena itu, wanita idaman Allah s.w.t. berupaya keras untuk tidak berkata dusta, berghibah, mencaci, memfitnah dan lainnya karena sebuah itu adalah bentuk perkataan yang pasti tidak disertai pembenaran dari lubuk hati.
Kelima: Ash-Shaabiraat (Wanita Yang Sabar Dan Pejuang).
Kesabaran terbagi menjadi 3 (tiga) hal: pertama, Kesabaran dalam menjalankan perintah Allah yaitu sabar dengan tidak mengungkit-ungkit kebaikan yang dilakukan dan ketika mendapatkan rintangan, ujian, dan cobaan dalam menjalankan ajaran. Kedua, kesabaran dalam meninggalkan larangan Allah s.w.t. yaitu menahan diri berbuat dosa dan kejahatan meskipun sesuai dengan keinginan hawa nafsu tetapi bertentangan dengan keinginan Allah s.w.t. Ketiga, sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan kehidupan. Namun inti dari kesabaran yaitu upaya mempertahankan keimanan agar tidak melemah akibat dosa dan tidak hilang akibat ujian.
Keenam: Al Khasyi’aat (Wanita Yang Khusyu’).
Khusyu' menurut bahasa berarti diam dan tenang. Menurut Prof. Dr. Quraish Shihab bahwa khusyu' adalah kondisi khusus yang terdapat dalam benak seseorang terhadap obyek khusyu'nya, sehingga yang bersangkutan mengarah sepenuh hati kepadanya sambil mengabaikan yang lain. Dalam ibadah shalat, khusyu' adalah kondisi jiwa yang diliputi raya takut jangan sampai shalatnya tertolak. Dalam membaca Al Qur'an adalah keasyikan jiwa yang disertai penjiwaan terhadap kandungan ayat, sehingga ia terlelap dalam lantunan qira`ah dan tadabbur Al Qur'an serta merasakan desiran ombak yang menghujam ke jiwanya.
Allah s.w.t. memerintahkan kepada para pembaca untuk menyempurnakan bacaannya dengan tadabbur karena dapat membuat hati yang terkunci, Allah s.w.t. berfirman, "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?". (Qs. Muhammad: 24).
Abu Sayyar berkata: Amir bin Malik Al Bahrani berkata, Di suatu malam aku menginap di rumah Munifah binti Abu Thariq. Aku melihatnya selalu mengulang-ulang ayat ini dari awal hingga akhir malam, yaitu firman Allah s.w.t.,
"Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, Maka Sesungguhnya ia Telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus." (Qs. Ali Imran: 101).
Ketujuh: Ash-Mutashaddiqaat (Wanita Yang Gemar Bershadaqah).
Bershadaqah merupakan salah satu perhiasan rumah tangga yang dilestarikan dalam rumah tangga muslim, karena shadaqah akan menarik cinta Allah, cinta para malaikat dan cinta manusia. Rumah yang dihiasi shadaqah senantiasa dipenuhi dengan naungan perlindungan Allah, keberkahan dari-Nya, dan menambah keharmonisan rumah tangga.
Terdapat ribuan fadhilah shadaqah baik yang bersifat materil secara langsung ataupun non materil, oleh karena itu, anggota rumah tangga khususnya istri harus menjadikan bershadaqah sebagai "hobi".
Dalam rangka memacu hobi ini, Rasulullah s.a.w memberikan keleluasaan kepada istri untuk bershadaqah dengan memberikan makanan kepada kerabat atau orang yang membutuhkan, beliau bersbada, "Apabila seorang wanita berinfaq dari makanan yang berada di rumahnya, dengan tidak menghabiskannya, maka ia akan mendapatkan pahala atas apa yang diinfaqkan itu dan suaminya pun juga mendapatkan pahala atas usahanya mencari rezeki itu. Begitu pula dengan pegawainya yang memasak juga mendapatkan pahala yang sama, di mana masing-masing tidak mengurangi pahala yang lain." (HR. Bukhari)
Dalam hal ini, terdapat 2 (dua) wanita yang patut diteladani oleh para istri orang mukmin dalam bershadaqah, yaitu Aisyah r.a. dan Zainab binti Jahsin r.a.:
1. Aisyah r.a.
Abdullah bin Zubair, ia berkata, “Aku tidak pernah melihat wanita yang lebih dermawan dari Aisyah dan Asma’, dan kedermawanan keduanya berbeda.” Adapun Aisyah lebih mengumpulkan sesuatu dan jika telah terkumpul maka ia membagikannya, sedangkan Asma tidak pernah menahan sesuatu pun sampai esok hari.
2. Zainab binti Jahsyin (Istri Rasulullah)
Aisyah pernah bercerita ketika seluruh istri Rasulullah s.a.w sedang berkumpul, beliau bersabda, "Di antara kalian yang lebih dahulu bertemu denganku di hari kiamat kelak adalah yang paling panjang tangannya." Lalu para isteri beliau saling mengukur tangan siapakah yang paling panjang, setelah diukur ternyata tangan Zainablah yang paling panjang di antara kami kami karena ia sering beramal dan bersedekah dengan tangannya. (HR. Muslim 7/144)
Kedelapan : Ash-Shaa`imaat (Wanita Yang Gemar Berpuasa).
Menurut Imam Baidhawi dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud dengan puasa disini adalah puasa wajib yaitu puasa di bulan Ramadhan. Alasannya, karena pelaksaan puasa sunnah bagi wanita yang sudah menikah amat bergantung kepada idzin suami sehingga konteks kata ash-shaa`imaat disini adalah puasa wajib. Sedangkan menurut imam Fakhururrazi dalam tafsirnya mengatakan bahwa kata ash-shaa`imaat merupakan isyarat bagi orang-orang yang syahwat perutnya tidak menghalangi mereka dari beribadah kepada Allah. Penekanan pada puasa wajib karena kaum wanita seringkali mengabaikan qadha puasanya hingga menunda sampai bulan Sya'ban padahal ia bisa melaksanakan qadha puasa dengan segera, karena tuntutan dalam pelaksanaan ibadah adalah segera.
Selain itu pula, wanita dibolehkan melaksanakan puasa sunnah selama tidak mengganggu hak-hak suaminya, karena ibadah sunnah tidak dapat menggugurkan ibadah wajib atau ibadah sunnah boleh dibatalkan jika menghalangi ibadah wajib. Sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah r.a. yang seringkali melakukan ibadah baik ketika Nabi s.a.w. masih hidup ataupun sudah wafat, sebagaimana penuturan Al Qasim, ia berkata: Adapun Aisyah berpuasa sepanjang hari. Sebagaimana hadits dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah s.a.w. bersabda, “Jika seorang wanita shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga dari pintu-pintu yang ia inginkan.” (HR. Ibnu Hibban dan Thabrani)
Kesembilan: Al Hafizhaat (Wanita Yang Menjaga Kehormatan).
Kemampuan menjaga kehormatan diri dari perbuatan haram merupakan karunia besar dan nikmat dari Dzat Yang Maha Mulia. Ketahuilah, bahwa kemuliaan seorang wanita diukur dari sejauh mana ia menjaga kehormatan dirinya melalui cara berbusana, cara bertutur kata, cara berjalan dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Allah s.w.t. dan Rasul-Nya memberikan perintah khusus yang tidak dibebankan kaum laki-laki demi menjaga kemuliaan dan kehormatan wanita yaitu memakai jilbab, tidak keluar kecuali dengan mahramnya, tidak melembutkan ucapan kepada orang fasiq, dan tidak menghias diri seperti kaum jahiliyyah. Sebagaimana firman Allah s.w.t.,
"Hai nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, Karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Qs. Al Ahzaab: 59)
Makna Jilbab dalam ayat ini ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
Dalam ayat lain Allah s.w.t. memerintahkan wanita untuk tidak melembutkan perkataan agar tidak menimbulkan daya tarik orang-orang yang dalam hatinya terdapat penyakit,
"Hai isteri-isteri nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik." (Qs. Al Ahzaab: 32)
Yang dimaksud dengan tunduk di sini ialah berbicara dengan sikap yang menimbulkan keberanian orang bertindak yang tidak baik terhadap mereka.
Meskipun secara tersurat ayat ini ditujukan secara langsung kepada istri-istri Nabi s.a.w. namun secara tersirat substansi perintah berlaku untuk semua wanita muslimah.
Kesepuluh: Adz-Dzaakiraat (Wanita Yang Banyak Berdzikir).
Dzikir termasuk ibadah yang termudah karena tidak mengorbankan tenaga, waktu atau harta. Seorang muslim dapat berdzikir tiap waktu dan tiap tempat, bahkan wanita haidh dan nifaspun bisa melakukannya. Berdzikir adalah ibadah yang amat dicintai oleh Allah s.w.t. dan memberikan ganjaran berlipat ganda, Dia memberikan ganjaran yang tidak diberikan pada ibadah selainnya.
Dzikir adalah ibadah tiap waktu dan tiap tempat, bahkan tatkala seseorang mengadukan problem maksiat dan tidak mampu untuk istiqamah, maka jawabannya: “ingatlah Allah”.
Dalam membina rumah tangga, suami dan istri harus memiliki kesamaan visi dalam membangun rumah tangga idaman yaitu saling menolong dalam berdzikir. Rasulullah s.a.w. memberikan kriteria ringan agar suami dan istri tergolong orang yang banyak berdzikir, beliau bersabda, "Jika seorang laki-laki membangunkan istrinya di malam hari untuk shalat malam, kemudian kedua melaksanakan shalat niscaya keduanya tercatat sebagai laki-laki dan perempuan yang gemar berdzikir."
Dzikir dalam rumah tangga adalah bahan bangunan yang akan mengokohkan bangunan rumah tangga penuh dengan nuansa sakinah, mawaddah dan rahmah, jika bahan bangunan tersebut terkikis akibat berhentinya dzikir maka sirnalah keharmonisan rumah tangga.
Hakim bin Muhammad berkata: Aku telah mendengar bahwasanya rumah-rumah di surga dibangun dengan (bahan) dzikir, jika mereka berhenti berdzikir, maka para malaikat berhenti membangun. Lalu malaikat ditanya dengan sebab berhenti membangun, mereka menjawab, “Hingga datang bahan-bahan kepada kami.”
Untuk itu, meskipun seorang isteri memiliki kesibukan yang luar biasa dalam mengurusi rumah tangga, namun janganlah melupakan diri untuk tidak berdzikir setiap hari, luangkanlah waktu untuk berkomunikasi dengan Allah s.w.t. karena Dia memerintahkan kepada isteri-isteri Rasulullah s.a.w. untuk menghiasi rumah dengan membaca Al Qur'an dan membaca hadits Rasulullah s.a.w, "Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sungguh, Allah Maha Lembut, Maha Mengetahui." (Qs. Al Ahzab: 34)
Penutup
Itulah 10 (sepuluh) kriteria yang menuntun kaum wanita dan para isteri untuk menjadi idaman Allah s.w.t. dan Rasul-Nya dengan menanamkan semua kriteria tersebut dalam wadah keimanan. Semua itu adalah perhiasan sesungguhnya bagi kaum wanita, perhiasan yang menjanjikan kecantikan lahir dan bathin dan kelak akan ditukarkan dengan perhiasan yang disiapkan Allah s.w.t. di surga. Siapa yang tidak menggunakan perhiasan ini di dunia, kelak ia tidak akan mengenakan perhiasan di surga kelak. Jadilah wanita idaman Allah s.w.t dan Rasul-Nya. Allahumma Ihdinash shiraathal mustaqiim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar